Memori Kerja dalam Psikologi

Memori kerja tentu adalah hal baru bagi orang yang baru belajar tentang Psikologi. Maka dari itu kali ini saya akan menulis artikel dengan sesederhana mungkin tentang memori kerja (working memory), mulai dari apa itu memori kerja, pembagian komponen memori kerja, hingga contoh memori kerja dalam ilmu psikologi.

Apa itu Memori Kerja?

Memori kerja (working memory) adalah sebuah memori yang mampu menyimpan informasi selama
beberapa waktu mulai hitungan menit hingga jam.

Memori kerja juga bisa berfungsi untuk memperbaharui informasi dan juga mengubah informasi yang diterima oleh otak.

Komponen Memori Kerja

Model Baddeley mengklaim bahwa memori kerja (working memory) terdiri dari tiga komponen: eksekutif pusat (central executive) dan dua subsistem, putaran fonologi (fonological loop) dan papan sketsa visuospatial (visuospatial sketcpath) (Baddeley & Hitch, 1974).

Contoh Memori Kerja

Contoh sederhan memori kerja (working memory) adalah kita akan lebih mudah mengingat peristiwa penting seperti hari pernikahan atau kelahiran anak dengan kejelasan dan detail yang jauh lebih besar.

Hal ini disebabkan oleh seberapa sering kita mengakses kenangan tersebut. Karena kenangan yang sering diakses akan menjadi jauh lebih kuat dan lebih mudah untuk diingat.

Mengakses kenangan ini berulang-ulang memperkuat jaringan saraf di mana informasi dikodekan, mengarah ke lebih mudah ingatan informasi.

Di sisi lain, kenangan yang tidak sering diingat terkadang dapat melemahkan atau bahkan hilang atau digantikan oleh informasi lain.

Hati Hati Deklarasi Kami

Mendengan kata "KAMI" sudah sekitar sebulanan yang lalu.

Lalu...

Beberapa hari yang lalu deklarasi dilakukan. Meskipun yang saya tau/dengar sudah dilakukan deklarasi sebelumnya.

Kata "KAMI" yang dimaksud bukanlah yang biasa diartikan/dimaksud. Tapi arti "KAMI" disini adalah Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau disingkat "KAMI".

Dibenak saya muncul satu pertanyaan: untuk apa?

Untuk apa deklarasi kalau hanya untuk seolah-olah membentuk lawan pemerintah dengan alasan saat ini tidak ada oposisi.

Untuk apa dibentuk dengan dasar sebuah nasionalisme kalau ujung-ujungnya memakai gerakan ummat islam.

Untuk apa dibentuk kalau ada tujuan sampingan untuk promosi tokoh.

Untuk apa dibentuk kalau tokohnya pun masih saling curiga. Bahkan sangat dicurigai kalau diantara tokoh "KAMI" sudah ada penyusup bahkan dari awal rencana. Terlebih sudah ada kabar salah satu WhatsApp tokoh "KAMI" dikloning.

Untuk apa dibentuk kalau ujung-ujungnya gak jalan.

Terlalu banyak pertanyaan untuk apa "KAMI" dalam benak saya.

Semoga kita tidak terlena dengan sebuah deklarasi perkumpulan "buatan" yang mengatasnamakan nasionalisme yang menarik-narik islam kedalamnya.

Mendukung gerakan kebaikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia boleh saja.

Tapi...

Kita harus jeli melihat untuk apa tujuannya dalam sudut pandang lain.

Sudah cukup kita dibohongi oleh 2 tokoh yang berlawanan pada Pilpres kemaren yang ternyata mereka semua ada hubungan bisnis.

Semoga negara kita Indonesia selalu diberikan keamanan dan mudah-mudahan orang-orang yang ingin merusak negara ini binasa/hancur sebelum renacana mereka terwujud. Amin

Surah Kahfi Jumat Pagi

Ya allah, kami hanyalah hambamu yang lemah.

Tetapkanlah hati kami selalu dan senantiasa mengingatmu agar kami terhindar dari azab orang-orang yang lalai.

Izinkan kami belajar meng-istiqomah-kan Surah Al Kahfi disetiap pagi Jum'at.

Ya allah, kami mohon tambah dan kuatkanlah niat kami dalam menyembahmu.

Ya allah, berikan dan selalu tambahkanlah rasa yakin, aman dan tenang di hati kami atas segala yang engkau tetapkan. Amin

Belajar Bahasa Arab Pemula

Siapa yang tidak kenal dengan bahasa Arab? Salah satu dari tiga bahasa dunia yang wajib dikuasai.

Tapi...

Tidak semua orang merasa bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang mudah. Justru malah sebaliknya.


Namun ada beberapa cara mudah dalam mempejari bahasa Arab.

Seluruh cara tersebut sudah dirangkum pada artikel Tips Belajar Bahasa Arab Untuk Pemula.

Kenapa bahasa Arab bisa dipelajari dengan mudah?

Dengan metode yang tepat. Segala hal yg sulit dipelajari akan menjadi mudah.

Semoga artikel diatas bisa memberikan jalan keluar bagi kawan-kawan yang mau mempelajari bahasa Arab. Amin

Melek Teknologi Jangan Memaksa

Di era pra-New normal saat ini, hampir semua aspek kehidupan berlomba menyesuaikam diri.

Tentu sudah pasti, yang lamban akan tertinggal dan yang gegabah akan kalah.

Salah satu cara beradapatasi dengan kehidupan new normal adalah dengan memaksimalkan penggunaan teknologi.

Sehingga bisa mengurangi berhubungan langsung dengan orang lain.

Fenomena adaptasi dari yang manual kepada teknologi membuat kita bisa melihat mana yang benar-benar siap. Dan mana yang memaksakan siap.

Bagi yang benar-benar siap pasti akan memperhitungkan segala-galanya sebelum bermigrasi ke teknologi.

Dan tentu hasilnya pasti akan tepat dan dengan biaya yang seminimal mungkin. Yang mana kita tahu kalau penggunaan teknologi memang akan mahal diawal.

Bagi yang tidak siap, mereka hanya akan buang-buang duit untuk mengadakan teknologi yang belum bisa mereka gunakan. Meskipun bisa sambil belajar.

Tapi teknologi tidak seperti itu. Lebih baik cari konsultan dan katakan apa saja kebutuhan kita terhadap teknologi.

Apa yang belum dibutuhkan? Apa saja manfaat dari teknologi yang kita gunakan? Seberapa berguna teknologi yang akan kita beli/adakan? 

Teknologi diciptakan/dibuat untuk mempermudah bukan untuk mempesulit.

Golongan Penyebar Berita Hoax

Sudah saya bilang berkali-kali. Mereka ini adalah salah satu golongan penyebar hoax terbanyak.

Malas membaca menjadi kelemahan mereka paling utama.

Otak yang dipenuhi fanatisme berlebihan menjadi kelemahan pendukung.

Sebenernya sudah malas bahas mereka ini. Golong yang benar-benar sering ikut andil menyebarkan berita hoax, berita yang belum jelas/sudah jelas bohong.

Golongan mereka siapa? Ya mereka.

Lama Lama Tidak Prokduktif

Makin lama dibiarkan makin semakin tidak produktif.

Sebulan lebih tidak melakukan hal yang sedang diusahakan memang menjadi beban tersendiri bagi diri.

Entah kenapa...

Tapi, kalau tidak dipaksa ya tidak akan ada kelanjutan dari usaha yang ada.

Bagaimanapun, semuanya harus tetap diusahakan. Meskipun malas datang tetap terus dilakukan.

Berusaha sekarang, untuk hasil yang akan datang.

Selamat berjuang.

Kambing Hitam Kumpul Kumpul

Jemaah dari Gowa tidak mau disalahkan. Jemaah di Bandung yang disalahkan pun hanya diam.

Ada perbedaan cara dalam menghadapi suatu tuduhan. Yang satu reaksi, yang lainnya tanpa aksi.

Semua itu yang saya ketahui.

Dari situ sudah terlihat mana yang lebih anarkis dalam berpikir. Dan mana yang lebih logis.

Saya malu. Saya juga tidak mau islam terwakili oleh sebagian dari mereka.

Nyatanya. Memang jemaah dari Gowa sebagian besar tidak mau diperiksa. Sampai keadaan mendesak. Sampai muncul gejala.

Syukurnya semua daerah sangat waspada dengan jemaah dari Gowa. Segala data dihimpun selengkap mungkin. 

Sampai-sampai kalau mereka yang datang dari Gowa tidak melaporkan diri pun. Pemerintah/tim gugus tugas sudah tau.

Saya sadar. Jemaah dari Gowa sangat tidak nyaman dengan lebel "pembawa virus corona".

Berbeda dengan jemaah di Bandung. Mayoritas jemaah memang berdomisili di Bandung atau Jawa Barat.

Pada intinya. Semua yang kumpul-kumpul disaat pandemi tanpa menerapkan SOP akan tetap menjadi kambing hitam.

Mari taati aturan pemerintah. Tetap jaga jarak. Tetap sehat. Tetap di rumah.